2017

Berita Politik Internasional Terlengkap dan Terpercaya

Berbagai Berita politik internasional hari ini, mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menegaskan bahwa surat yang menjadi ‘bukti sumbangan’ dari Arab Saudi untuknya adalah dokumen autentik. Hal ini disampaikan Najib setelah media menyebut surat itu tak ditandatangani langsung oleh Pangeran Saudi yang memberi sumbangan. Ditegaskan Najib dalam pernyataan via Facebook, seperti dilansir The Star, Selasa (18/9/2018), surat itu memiliki kop surat Pangeran Saudi, Abdulaziz Al-Saud, yang memberi sumbangan.

Berita Politik Internasional
Berita Politik Internasional

Matamatapolitik.com menangkap bahwa pernyataan Najib itu menanggapi laporan The Edge Weekly yang menyebut dokumen yang sebelumnya diungkapkan Najib ke publik dan diklaim sebagai ‘bukti’ sumbangan dari Pangeran Abdulaziz Al-Saud itu tidak ditandatangani langsung oleh sang pangeran.

“Mereka yang membaca artikel itu tanpa berpikir mendalam soal isinya, akan berasumsi bahwa saya berusaha membodohi rakyat,” sebut Najib dalam pernyataan via halaman Facebooknya. “Penting untuk ditekankan bahwa seluruh surat yang diterima oleh bank dan saya memiliki kop surat Pangeran Abdulaziz Al-Saud dan menggunakan tanda tangan yang sama,” tegasnya.

Matamatapolitik menangkap, Najib merujuk pada klaim soal dana ‘sumbangan’ sebesar US$ 100 juta (Rp 1,4 triliun) yang diterimanya dari seorang anggota Kerajaan Saudi. Dana itu menurut Najib merupakan bagian dari dana 2,6 miliar Ringgit yang dicurigai oleh otoritas Malaysia, telah diselewengkan dari perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang diselimuti skandal korupsi.

Laporan The Edge Weekly menyebut dokumen-dokumen yang diklaim sebagai ‘bukti’ itu disiapkan dan ditandatangani oleh seseorang bernama Mohammad Abdullah Al Koman, yang mengklaim dirinya merupakan perwakilan Pangeran Abdulaziz Al-Saud. Disebutkan The Edge Weekly dalam artikelnya, bahwa penyidik telah bertemu dengan Koman untuk mengonfirmasi hal itu. Menanggapi hal itu, Najib mengaku tidak bisa memverifikasi apa yang dikatakan penyidik soal tanda tangan dalam surat itu. Namun disebutkan Najib bahwa di dunia bisnis, terkadang seorang staf memberi tanda tangan mewakili atasannya.

Berita politik internasional ini juga ditegaskan juga oleh Najib bahwa dokumen bank jelas menunjukkan dana itu ditransfer melalui Kementerian Keuangan Saudi dan dari rekening bank milik ‘Pangeran Faisal Turki Al-Saud’. “Transfer (dana) itu tidak dipermasalahkan oleh bank penerima atau Bank Negara,” tegasnya.

“Ini membuktikan bahwa saya tidak mencuri atau menyimpan miliaran Ringgit untuk keperluan pribadi dan saya bukan orang jahat, perampok atau pencuri, seperti yang dituduhkan banyak pihak,” ujar Najib dalam pernyataannya.