2017

Berita Politik Indonesia Dari KPK Yang Menahan Gubernur Aceh

Politik Indonesia perihal korupsi yang dimana KPK menahan gubernur Aceh, Hal ini mengejutkan dan mengecewakan. tidak hanya bagi warga masyarakat Aceh tetapi juga masyarakat dengan harapan tinggi untuk Irwandi Yusuf, ketika Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Gubernur Aceh dan pejabat lainnya pada hari Selasa malam karena dicurigai penyalahgunaan dana otonomi khusus untuk provinsi. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi membawa Bener Meriah Ahmadi dan Bupati Irwandi ke Jakarta pada hari Rabu untuk diinterview. Tanpa adanya gangguan yang tak terduga dalam penuntutan mereka, seperti gerakan praperadilan, kedua pemimpin daerah yang terpilih secara langsung akan segera menghadapi persidangan.

Penangkapan mereka sangat miris, mengikuti perkembangannya demokrasi melalui pilkada serentak kurang dari seminggu sebelumnya di 171 provinsi, kabupaten dan kotamadya. spesial untuk Irwandi, langkah Komisi Pemberantasan Korupsi terlihat merusak moment ulang tahun pertamanya di kantor, yang jatuh pada tanggal 5 Juli. Tak perlu dikatakan lagi, Komisi Pemperantasan Korupsi kejam dan tidak peduli dengan kredensial pejabat publik yang sedang diselidiki. Tidak ada yang menunjukkan keraguan atau ketakutan atas kekuatan atau dukungan rakyat di belakang orang-orang yang menjadi targetnya. Karena pendekatan yang tidak diskriminatif ini, Komisi Pemberantasan Korupsi telah mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat publik.

Warga masyarakat Aceh, serta banyak masyarakat di negeri ini, mengenal Irwandi dengan baik dan karena itu memilihnya sebagai gubernur untuk kedua kalinya pada bulan Februari tahun lalu. Para pemilih menaruh harapan mereka pada platform kampanyenya, yang disebut Aceh Hebat dan Aceh Besar, yang termasuk akses mudah dan berkualitas untuk pendidikan dan perawatan kesehatan untuk semua, energi bersih, keamanan pangan, dan penggiat perdamaian dan pembaharuan birokrasi untuk mencapai pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih. Semua berita tentang politik di tanah air ini bisa anda akses di matamatapolitik.com.

Irwandi menarik para warga masyarakat pemilih Aceh dengan metode khasnya, bayaran hana atau tanpa biaya, ketika ia membayangkan pemerintah yang bebas korupsi yang lebih baik untuk melayani rakyat. Irwandi mulai membuktikan janji-janjinya dengan mengalokasikan dana sebagian besar anggaran provinsi sebesar 1,04 miliar untuk tahun ini ke program janji-janji kampanyennya dulu. Dia berani memulai berinovasi, seperti yang terlihat dalam keputusan gubernurnya untuk mengatasi hambatan yang menghambat pembahasan anggaran, serta keputusannya yang tidak populer untuk menggerakkan hukuman berbasis hukuman cambuk berbasis syariah untuk publik. Di matamatapolitik.com anda bisa mendapatkan berbagai info-info Politik Indonesia yang terkini.